BMT AL HIDAYAH UMMAT SEJAHTERA

SEJARAH BMT AL HIDAYAH UMMAT SEJAHTERA

Sejarah berdirinya BMT Al-hidayah ini bermula dari keinginan untuk membangun perekonomian desa yang sesuai dengan syariah Islam. BMT ini berdiri sejak bulan Maret Tahun 2006 yang digagas oleh para aktivis pemuda yang telah menamatkan pendidikan di berbagai fakultas di Mataram, setelah mendapatkan pelatihan yang diselenggarakan oleh PINBUK (Pusat Inkubasi Usaha Kecil). Setelah mengikuti pelatihan, para peserta dapat memahami bahwa BMT dapat dijadikan sebagai lembaga alternatif untuk membantu para pengusaha kecil dan lemah, karena banyak para pedagang kecil yang masih terjerat oleh rentenir dan tidak mampu mengakses permodalan dari bank.

Dengan modal patungan (20 orang) terkumpul Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dan modal semangat diiringi niat yang tulus untuk membantu para pedagang kecil dan lemah maka berdirilah BMT Al-hidayah. Setelah perjalanan 1 Tahun diperlukan sebuah legalitas formal untuk mendapatkan akses ke yang lebih luas sehingga keberadaannya diakui oleh Pemerintah, maka pada Tahun 2006 tepatnya pada tanggal 16 Desember 2006 menjadi KSU BMT Al-hidayah, dengan mendapat nomor Badan Hukum: 23/BH/DKP.08.9/X11/2006. Dengan demikian, BMT Al-hidayah telah memperoleh izin secara legal dari Pemerintah . BMT ini berlokasi di jalan jurusan Kotaraja-Tetebatu Lombok Timur. BMT ini adalah lembaga keuangan

yang di operasionalkan berdasarkan syari’ah Islam atau dikenal dengan sebutan lembaga keuangan yang tanpa bunga atau sistem bagi hasil. Kehadiran BMT Al-hidayah ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat dan diharapkan mampu memainkan peranan yang aktif dalam menggerakkan roda pembangunan, khususnya bagi golongan ekonomi menengah ke bawah sekaligus bisa mengentaskan kemiskinan. Aset yang dimiliki oleh BMT Al-hidayah ini telah berkembang pesat. Dengan modal awal dalam operasionalnya sebesar Rp. 3.000.000 pada Tahun 2006 telah meningkat menjadi Rp. 1,5 Milyar pada Tahun 2010, dan menjadi 8 Milyar pada tahun 2015 hal ini disebabkan tingginya kepercayaan masyarakat baik dalam simpanan maupun dalam pengambilan pembiayaan. Hal tersebut bisa dilihat pada gambar bagaimana sepak terjang pengelola dan pengurus BMT Al-hidayah dalam menjalankan lembaga BMT Al-hidayah dengan modal pembiayaan awal hanya 3 juta rupiah.

Scroll to Top